Minggu, 16 Oktober 2011

Bekerja dan Berbagi Untuk Masyarakat itu Menyenangkan ya….



Alhamdulillah, pengalaman pertama menjadi bagian dari pelatihan dukungan sosial untuk first aidnya bencana merapi. Well, kembali ke merapi dengan cara dan situasi yang benar sesuai dengan basic keilmuan, dan ini sangat menyenangkan. Apalagi melihat dan berbagi bersama mereka yang mempunyai pengalaman dengan erupsi merapi. Jadi ingat kurang lebih setahun yang lalu, bagaimana aku dan beberapa orang relawan dengan sporadisnya menjadi bagian dari relawan merapi… Pelajaran yang luar biasa berkesan di dalam hidupku… dan walaupun saat itu terasa sesak rasanya karena tidak sesuai dengan idealisme, namun setelah satu tahun berikutnya yaitu sekarang… ternyata banyak sekali ilmu yang bisa kuhubungkan dengan kondisi waktu itu… dan yap, menjadi bagian dari fasilitator bencana adalah salah satu yang begitu kuinginkan… walaupun mungkin harus mendapatkan banyak izin dari berbagai pihak… That’s okay…. Minimal berbagi di acara ini adalah salah satu obat atas sejerjak impian kecil ingin ke mentawai atau aceh dan menjadi bagian preventif dari penanggulan bencana.

Heh… berbicara merapi…. Mungkin ini adalah bagian dari life sign kali ya, setelah dulu kala pernah berkutak dengan bencana Lapindo, dan yap… aku sangat suka hidupku membantu orang untuk mengurangi resiko dampak bencana baik itu preventif ataupun ketika bencana terjadi… well, bermanfaat itu kewajiban, dan dengan cara apa kita bermanfaat untuk masyarakat itu adalah pilihan….

Di dalam pelatihan ini aku juga belajar banyak, apalagi berkumpul bersama mereka yang sudah bertitel psikolog… dan kemudian berkata kepada diri… hedeh yanti… duniamu sekarang sudah tidak sederhana ya….terlalu banyak yang harus kamu pelajari, dan sekarang tidak bisa membedakan sesuatu hanya dari hitam ataupun putih saja….

Yang paling aku suka dari keseluruhan sesi adalah ketika dibagi kelompok kecil dan co fas diberi kesempatan untuk berkreasi dengan bercerita suatu kasus… dan aku bercerita kasus yang aku alami pada saat merapi… Mengulang banyak babak darama merapi setahun yang lalu… tentang pasien yang sakit tapi tidak mau dipindahkah atau tentang ibu-ibu yang sok karena suaminya belum datang padahal merapi sedang meletus… Dan warga masyarakat yang aku dampingi kemaren juga punya cerita yang hampir sama… mereka bertaka, biasanya setiap dusun mempunyai kasus yang sma mba…

Pelatihan ini adalah untuk kader desa, dan aku belajar banyak pentingnya pemberdayaan kader desa untuk bencana, jadi relawan dari luar seharusnya harus sangat bekerja sama dengan kader-kader lokal yang mengerti kehidupan masyarakatnya… Dan tentu saja kader lokal harus dibekali banyak ilmu dan terus dipupuk semangat juangnya untuk masyarakat. Aku cukup terharu membaca banyak impian kader-kader ini untuk hidupnya… dimana-mana entah di desa ataupun dikota semua orang pasti punya impian yang harus di capai ya… so, for my self… ingatlah yanti… jangan pernah menyerah sama mimpi-mimpi mu walaupun banyak keterbatasan di dalam hidupmu ya…

Well, seharusnya menulis catatannya lebih serius yak…tak apa lah… sekedar ingin menyimpan memori tentang serunya 3 hari ini….

Terimakasih ya ya Allah…

Semoga selalu bisa syukur dan sabar

So…Kita nikmati saja setiap detik ini yang sungguh sangat berarti, dan semoga setiap detik itu selalu di dalam rahmat Mu….

Sabtu, 24 September 2011

Sekedar Menyapa

hei..sekedar menyapa mu blog ku.... sudah agak lama tidak menulis disini... hemm,, aku suka jika waktu berjalan agak lambat...karena aku ingin menikmati setiap detiknya... Ya Rabb, dan entah rencana indah apa yang tersembunyi untuk ku dari Mu... aku mempercayakan saja kepadaMu.... Semoga selalu bersyukur ya

Akhir-akhir ini dunia ku sepertinya tidak sederhana ya... melihat banyak orang yang tidak sederhana.... entah, seperti terbuai dengan indahnya dunia...jadi untuk apakah polesan terlalu tebal itu, sepatu-sepatu mahal itu,makanan yang begitu gurih rasanya, tempat tidur yang bagitu empuk, dan obrolan soal kekayaan itu... seolah dunia tidak ada habisnya... ah, memperhatikan dengan seksama...dan merasa amat takut dunia ku suaatu saat tidak menjadi sederhana....

Aku lebih suka sederhana... berbagi dengan sederhana, menghargai dengan sederhana, mencari ilmu dengan sederhana, mengamalkan dengan sederhana, dan hidup bahagia dengan sederhana... di Jalan yang engkau restui ya Rabb.... semoga aku tidak beranjak hanya ke arah lezatnya dunia semataa...... (heemm..jadi curhat...akibat mengamati hal-hal yang tidak sederhana)

Bisakah hidup seperti dunia pelangi, seperi relawan yang bekerja di lapangan, seperti anak kecil yang selalu penasaran, seperti padi yang selalu menunduk, seperti manusia dengan rasa garam, seperti binatang dengan konsep cacing, seperti hati nurani yang ingin selalu dekat dengan Rabbnya.

Saat semua tidak menjadi sederhana... bagaimana nanti...


Semoga selalu di ingatkan :)

Jumat, 09 September 2011

EDISI MENGAMATI

Satu tahun itu cepat ya...sambil bertanya kepada diri, perubahan lebih baik apa yang sudah ku lakukan pada diri ini..sepertinya aku masih saja bodoh, dan banyak bikin masalah, sudah matangkah secara emosi..well, entahlan..susah sekali ya belajar sabar itu... dan penuh perjuangan ya mencoba memahami sesuatu dengan hati itu.

Ini pengaruh kelamaan di rumah... :), sepertinya google memang menyajikan informasi menarik tentang apapun... dan akhirnya aku menjadi terbiasa untuk membandingkan banyak informasi... sepertinya membaca pro dan kontra terhadap sesuatu benar-benar bikin otak butuh rekreasi... dan yak... akhirnya menjadi pengamat di Facebook atau pengguna multiply ini...well, edisi ilmu observasi yang sudah lama ditinggalkan

Whetever namanyalah, tetapi mengatami itu menyenangkan ya... ku buka web teman-teman terdekatku... ah, sepertinya lebih mengenal kalian dengan sms atau Ym, karena sepertinya akhir-akhir ini kita bukan orang yang narsis di face book, mungkin seiring usia kali ya... eksistensi tidak jauh lebih penting dari pada berbuat terhadap sesuatu... dan yakss.... satu tahun itu begitu cepat berlalu ya.... hingga entah bagaimana, aku berharap kita terus bisa memaknai setiap detik yang sungguh sangat berarti ini....:)


Aku membuka beberapa foto temanku, semacam silaturahmi terselubung keadaan mereka... dan membayangkan psikologis kalian semua sekarang... Aha...aku lulusan psikologi ternyata..., kalian yang sudah sibuk dengan mainan baru si kecil yang amzing, atau sedang sibuk menata karir untuk masa depan yang lebih baik... Kadang-kadang foto-foto kalian tersenyum itu.. terus mengingatkan... bukankah selalu ada sisi menarik dalam hidup, walaupun sesempit-sempitnya pilihan yang kita punya... Aku sudah tidak punya pilihan, pernah seorang teman berkata... dan mungkin menjalankan satu-satunya pilihan dengan sabar, iklas, dan penuh syukur bisa menjadi pilihan kita... Ah, berbicara apa aku ini, well, yang penting menuliskan saja.... karena edisi mengamati to (emmm, sepertinya tidak nyambung).

Tidak lupa aku membuka beberapa foto yang aku miliki. Wow, ternyata aku hampir selalu tersenyum dalam foto, dan kalian-kalian yang bersamaku.... waktu itu benar-benar cepat berlalu, entah nanti seperti apa, hingga ajal menjemput kita semua kawan-kawan ku sayang... semoga kita selau dalam kebaikan. Makanya mungkin aku selalu suka foto dan mendokumentasikan... bukan hanya masalah kenarsisan belaka, tetapi karena setiap foto punya kisah, dan setiap kisah pasti punya makna... aku tidak ingin kehilangan setiap makna yang bisa membuat ku untuk terus bisa belajar...:)

Entah kenapa akhir-akhir ini aku selalu saja ingin menulis, tidak untuk curhat saja tentunya... ah, jika curhat, untuk apa disini..hanya untuk menularkan perasaan-perasaan ini, dan mungkin menginatkan untuk terus belajar.... berusaha tidak hanya sekedar retorika atau wacana, tetapi perlahan-lahan untuk terus lebih baik atas diri.....

Kamis, 04 Agustus 2011

dan ini hanya ujian kecil saja

hedeh....besok itu aku ujian yak... ckckckckckck... rasanya sangat tidak percaya, sejak lebih dari dua tahun lalu aku memutuskan dengan sporadis keinginanku untuk belajar kembali. .. dan besok aku akan mempertahankan hasil risetku di depan mereka... 3 dewan penguji yang entah mereka mengatakan apa akan nasib ku.....

Ya rabb, mudahkanlah besok... ringankan lah lidah ku berbicara, bukakanlah pikiran ku dalam memahami, dan lunakan hati mereka sehingga hasilnya memuskan.... :), dan seperti yang dulu pernah kutuliskan... aku ingin karya ini bermanfaat ya Rabb... dan so far, terimakasih untuk membukakan banyak pintu kepadaku.... Engkau tidak hanya berdiri di depan dan belakang ku, tapi kalau boleh meminjam istilah Daoed Joesoef, engkaupun juga menggendongku dalam usaha pencapaian akhirn ini....

ah yanti... tenang saja, kata temen disebelahku.. lebih ringan kok dari pada ujian compre yang kamu lakukan sebelumnya.... semoga saja, besok adalah awal untuk ku menjadi dan menjadi lebih baik... mengingat kewajiban yang harusnya kuselesaikan dari dulu berkurang satu.... dan semoga, aku bisa berlari kemudian.... bermanfaat lebih banyak dengan ilmu yang aku dapatkan,....

Semoga... dunia segera menyambutku...

Ya Rabb, di bulan yang suci ini
Sungguh berkah hari-hari mu
Dan sungguh tak ingin waktu ku sia-sia di di bulan luar biasa ini
Setiap detik sungguh berarti
Semoga, aku selalu bisa memaknai setiap peristiwa,
Setiap jejak yang terukir selalu dalam namaMu
dan semoga, aku selalu bisa sabar, dan bersyukur....



Semangat yanti,,,,,,,

so far, Good job for your self (hee... menyemangati diri sendiri)

Minggu, 24 Juli 2011

Dan Aku Suka Ketika Hari menjadi Semakin Berarti Dengan Hal Sederhana……

Kutatap lekat sepanjang jalan…. Rutinitas yang mungkin tidak kulakukan jika motorku tidak masuk bengkel….Well, paling tidak ada sisi-sisi lain yang bisa kunikmati dengan berjalan kaki dan kembali mengulang turun naik bis….

Di dalam Trans Yogya ku baca buku statistik dan sejumlah angka dalam penelitian ku…. Kemudian aku tiba-tiba terdasar…. Hei are u stupid? Mari kita nikmati saja perlajanan ini… santailah sejenak dan berwisatalah kepada hati….aha… aku selalu suka bagian dimana aku menyenangkan diri sendiri… Alunan lagu dari MP3 kemudian menemani perlajanan pertama dengan Trans Yogya setelah selama 2 tahun ini aku dimanjakan dengan motor sendiri… Hoh, terimakasih ya Rabb batin ku… aku bisa menikmati sisi-sisi ini… Mengamati kondektur yang selalu menjelaskan tujuan berikutnya pada setiap halte… luar biasa dengan cara yang sederhana…. Memudahkan orang lain untuk tidak tersesat…. Dan yanti….semua orang memang selalu punya peran masing-masing…. Dan melakukan yang terbaik di peran itulah yang selalu harus kamu lakukan….. Terimkasih bapak kondektur untuk mengingatkanku tanpa kata-kata…!

Melewati jalanan Yogyakarta dengan banyak cerita luar biasa di dalamnya… mungkin suatu saat aku akan sangat merindukan masa-masa ini…. Melihat orang-orang ini turun dan naik bus dengan kepentingan masing-masing… Seorang ibu tua dengan suaminya kemudian masuk, dan duduk di pojok dekat pintu… sang suami harus menggunakan tongkat dalam berjalan. Tiba-tiba si ibu berkata kepada kondektur bahwa dia terbawa koran di halte tempatnya tadi menunggu. Koran itu memang disediakan untuk penggunggu bus di halte….beliau bertanya bagaimana…. Si kondektur berkata, tidak apa-apa letakan saja disana...aku tersenyum dan mengamati…. Hingga saat sang ibu turun, dia kemudian berpesan soal koran yang terbawa tadi…. Kutatap ibu dan bapak ini…. Sang bapak berlajan di depan dengan tongkatnya disusul ibunya yang menggandeng…Ah, Ya Rabb…. Kau ingin mengingatkan aku lagi untuk selalu amanah terhadap barang yang bukan miliku ya…. Ibu itu begitu risau soal koran yang terbawa olehnya yang sebenarnya itu juga diperuntukan untuk penumpang bus…. Yah, tapi bisa saja hal kecil yang kulakukan tanpa sadar bisa menghalangi kebermanfaatan untuk orang lain…. Dan selalu…Engkau mengingatkan ku dengan cara sederhana….

Kuturun di Kopma UGM…. Hakssss… dan aku lapar….akhirnya aku mampir di Food Courtnya UGM, memesan nasi Goreng dengan ikan asin dan Jeruk anget yang menyegarkan….Aku jadi ingat masakan ibuku…. Rasanya selalu ada di dalam ingatanku… secanggih apaun bumbu yang kumasukan di nasi goreng buatanku…tak ada yang melebihi rasa dari ibuku…. Padahal bumbunya sangat sederhana…bawang merah, bawang puith, dan garam….no Kecap, No Saus… kadang-kadang cuman dimasukan sisa sambal yang tidak habis kemaren malamnya… Tapi aku selalu menemukan rasa luar biasa di nasi goreng itu…… Ah, Mum…. I Always love ur Cook mum, Lho… maksudnya aku juga mencintai mu…. Aku pun mencoba meraba-raba kenapa masakannya ibuku selalu luar biasa…. Karena ibuku selalu dengan tulus memasaknya…. Selalu bangun dipagi hari…merebus air dan membuat teh, membuat sarapan sederhana berbentuk nasi dan lauk, malanjutkan mencuci piring, menyapu dan kadang-kadang setrika baju… mengeluarkan motor, dan pergi kekantor… (mum… benar-benar mandiri). Hemm… kemudian aku berfikir… akupun ingin ada di masa itu ya Rabb….. memasakan sendiri untuk keluarga ku sarapan di pagi hari… memberi semangat dengan senyuman hangat sebagai modal beraktivitas dipagi hari, memberikan kecupan hangat kepada si kecil dan dia….. kemudian setelah semuanya beres…. Aku bisa memulai hari untuk berbagi, bercengkrama dengan ilmu dan merangkai makna dalam setiap kejadian….. hemm…. Ya Rabb… kadang-kadang segala sesuatu bisa menjadi lebih sederhana ya…. Semoga 
Aku berjalan melintasi banyak bangunan di sekitar UGM…. Mungkin benar-benar terbawa suasana lagu di MP3 ku ini kali ya….. rasanya feel so free (halahhh….), akhirnya aku bisa kuliah di kampus ini ya… luar biasa untuk ayahku….,menjadikan anaknnya sampai pada titik ini…. Dan hingga bertahun-tahun kemudian akhirnya aku bisa memaknai segala sesuatu yang mungkin tersembunyi… dan Ya Rabb, sekali lagi engkau memang tau apa yang kubutuhkan… memberikan dan mengingatkan pada saat yang tepat….
Bahkan curhat panjang seorang teman di YM kemudian memberi pesan yang luar biasa bagiku…. Minimal untuk lebih megenali karakter mereka dan lebih memahami diri akan banyak situasi yang terjadi… Begitukah hidup… selalu dihadapkan antara idealisme dan tuntutan dari luar… begitukan hidup… kadang-kadang kebutuhan akan materi menjadi sangat utama…. Dan selalu begitukah hidup…selalu tidak ada jeda untuk mereka.. seperti berjalan dan tak pernah berhenti…..Oh kawan… aku pun tidak bisa melakukan apa-apa selain memberikan telinga…
Dan indahnya hari ditutup dengan cengkara sederhana dengan bapak penjual jagung yang menjelaskan waktu berjualannya kepadaku…. “ jadi mba, setelah jam lima saya biasanya muter..jadi kl mau beli jagung sebelum lima aja….” Ah, bapak… ramah sekali pikirku… Menyenangkan berbicara dengan mereka… tidak ada ambisi yang menggebu, dan berusaha bertahan dari hari kehari…pada akhirnya tidak hanya untuk sesuap nasi… mungkin, dengan cara mereka, hiduppun bisa jauh lebih bermakna….. Apalgi ketika aku bertemu sang ibu penjual bubur yang amat baik kepadaku….nak…. nanti kalau mencari suami yang sudah bekerja ya…semoga dapat orang sini (twingg…..langsung tersenyum manis), ibu itu gak punya anak…ibu itu adopsi anak sekarang sudah kerja dan ada yang nikah… satu itu dia dulu sekolah di SLB sekarang kerja di Palembang….Nak, buburnya beli 2 dipasin 5000 aja ya…Mampir ke rumah ibu ya…. Ibu itu tiap hari jual buburnya beda…. Dari pada nganggur, suami ibu 40 harian udah meninggal…. Paling kmren denger ada pengumuman di masjid…. Wah…. Senang sekali rasanya mendengarkan ibu ini cerita… Dan ditutup dengan doa beliau yang begitu tulus…semoga sukses ya nak….
Ya Rabb…indah sekali hari ini… sungguh luar biasa cara Mu membuatku belajar….
Dan aku selalu sangat suka lagu ini: “ Allah Knows:
When you feel all alone in this world
And there's nobody to count your tears
Just remember, no matter where you are
Allah knows
Allah knows

When you carrying a monster load
And you wonder how far you can go
With every step on that road that you take
Allah knows
Allah knows
No matter what, inside or out
There's one thing of which there's no doubt
Allah knows
Allah knows
And whatever lies in the heavens and the earth
Every star in this whole universe
Allah knows
Allah knows

When you find that special someone
Feel your whole life has barely begun
You can walk on the moon, shout it to everyone
Allah knows
Allah knows

When you gaze with love in your eyes
Catch a glimpse of paradise
And you see your child take the first breath of life
Allah knows
Allah knows

When you lose someone close to your heart
See your whole world fall apart
And you try to go on but it seems so hard
Allah knows
Allah knows

You see we all have a path to choose
Through the valleys and hills we go
With the ups and the downs, never fret never frown
Allah knows
Allah knows
.
Every grain of sand,
In every desert land, He knows.
Every shade of palm,
Every closed hand, He knows.
Every sparkling tear,
On every eyelash, He knows.
Every thought I have,
And every word I share, He knows.
Allah knows

Hah…. Ya Rabb, Seperti yang kukatakan…. Aku ingin mengenaMu tidak dengan cara mereka… aku ingin mengenalMu dengan cara ku…cara yang mungkin tertatih-tatih aku memahami… dan Engkau selalu tahu bagaimana caranya…. Sampai aku mampu berkata dan semoga aku selalu berkata…. “ nikmat manakah yang kamu dustakan” sehingga aku selalu bersyukur atas setiap jejak langkah yang engkau berikan…..

Semoga selalu sabar dan bersyukur….Hari ini… aku diingatkan untuk tidak hanya hidup di dunia ku sajaa 

Senin, 25 Oktober 2010

Sudut Cerita dari Gelombang Suara… (KEMAH JUARA 2010)

X :cek….cekk…
Y : terdengar dengan baik?? sementara gelombang 10141, baterai full, siap difungsikan…..!!!
X : Ok, siap dibagikan… yang pegang ht dicatet dan bertanggung jawab sama keamanannya.. Wajib!!


Kemah juara 2010 (Ratu Boko, 2-4 Juli, lebih pede, lebih mandiri !!!!)…. layaknya gelombang suara yang diantarkan benda ini… ada saat-saat kehilangan sinyal, ada saat-saat naik turun, ada saat tidak jelas, ada saat terang benderang, dan ada saat baterainya mesti di cas dulu karena sudah kehabisan energy. Begitulah dengan kemah juara yang sudah kita lalui. Penuh rasa, penuh cerita, penuh warna dan penuh makna.. Satu kata untuk kalian semua relawan, “ LUAR BIASA”.

Gelombang suara selalu mencari tim acara untuk bertanya… bagaimana selanjutnya?, ada apa ini?? alat yang dibutuhkan apa aja??, konsumsinya seberapa banyak sih???, ibarat most favorite wanted yang selalu dicari-cari dan wajib ditemukan gelombang suaranya..Sungguh canggih memang barang ini, dimanapun acara berada, asal baterainya masih tersisa dan sinyalnya sedang bersahabat, ia selau bisa menemukan gelombang suaranya. Di ujung sana, tempat tim acara mendengarkan gelombang suara itu… ada saat-saat mereka bisa menjawab dengan tegas dan ada saat-saat mereka harus diam seribu bahasa terlebih dahulu.. bukan karena tidak ingin menjawab, namun karena butuh pertimbangan dari situasi-situasi yang terkadang diluar dugaan.

Saat ada yang menyalahkah acara, dalam hati kecil mereka berkata… taukah, berapa banyak yang sudah kukorbankan untuk acara ini…. rapat panjang dan menjenuhkan, mondar-mandir,wira-wiri,muterin jogja buat dapet semua pembicara, bolak-balik ke boko. (iya kalau untuk wisata, tapi untuk sekedar ngatur posisi tenda) SP gagal, PKM Mepet, kerjaan amburadul… Beasiswa gak dapet, ujian terbengkalai, badan gak ke urus, ibu kos ngomel-ngomel, dan banyak hal lainnya lagi… kemudian hati kecil itu lalu menjawab.. ah, luruskan niat… aku tidak melakukan ini untuk penghargaan mereka, ini tidak seberapa dibandingkan kebahagiaan anak-anak yang didapat… saat ada yang protes dengan kemoloran waktu, hati kecilnya kemudian menyahut… baiklah, ini adalah cara Allah mengajariku untuk sabar.. Adakah yang memahami sulitnya menjadi mereka, betapa banyaknya amanah yang mereka emban dimana mereka harus membagi waktu diantara tuntutan orang-orang dilluar mereka yang terkadang tidak mentolerir itu, betapa juga tidak hanya keringat yang dikeluarkan tetapi juga air mata. Tidakkah mereka tahu konsep itu menjemukan dan tidak mudah untuk mentekniskan.. Perdebatan panjang soal jurit malam, perubahan konsep yang melelahkan soal moving country, atau persiapan yang mendebarkan soal bisnis challenge.. tiga acara inti yang harus ditunaikan disela-sela kepenatan, cuaca yang mengejutkan, dan prediksi yang diluar dugaan terkait banyak hal di hari acara. Bisakah dipahami bahwa kadang kala adalah sempurna jika segala sesuatu itu tidak berjalan dengan sempurna, karena dengan begitu lebih banyak pelajaran yang kita ambil dalam kehidupan… …Acara terus berganti dengan cepat dan lelah hanya bisa dikumpulkan hingga ujung waktu disaat semua berakhir...Disela-sela letihnya mereka berharap.. hati kecilnya kemudian berteriak “tidak bisakah kita sama-sama bertumpu, bukan hanya bertumpu kepada acara…bisakah kita sama-sama saling berinisiatif, bukan hanya karena aku acara atau tuan rumah”… tetapi karena ini adalah acara kita bersama…Pada akhirnya, mereka pun tersenyum, merekapun bahagia.. dan merekapun bisa bercanda serta merasa lega ketika acara bisa selesai dengan baik… Hati mereka bertepuk paling kencang saat anak-anak menikmati acara yang sudah mereka rancang dengan sepeunuh hati..Benar-benar luar biasa mereka bisa bertahan dan pada akhirnya mampu mewujudkan satu rangkaian acara yang kita rasakan bersama.

Ketika ada yang mengatakan… Konsumsi masuk, datang makan jam berapa ya!!!... Gelombang suara ini sedang menuju ke sebuah tempat di dapur pemadam kelapalaran yang sedang sibuk dengan potongan jahenya, kompor gas yang sempat tidak berfungsi, atau tumpukan piring yang harus dicuci agar tidak tambah semerawut… hidup ratusan orang berada ditangan tim ini… bayangkan jika tidak ada mereka… satu tim yang luar biasa!!! dari request sederhana soal telur dadar dengan nasi goreng sampai request ngeyel soda gembira yang tidak mungkin itu…tim ini mampu melayaninya dengan sabar… tumpukan barang dan bau bawang bercampur aduk namun tetap menjadi tempat tidur yang nyaman bagi mereka yang sudah siap beraksi sebelum matahari kelihatan batang hidungnya. Keceriaan sederhana selalu terpancar di posko ini, membuat semua orang yang kesana merasa senang dan ingin mencicip semua masakan yang ada.. Perbuatan mereka seolah berkata, memberikan service memuaskan kepada panita adalah cara yang terbaik untuk membuat acara ini berhasil.. karena layaknya HT yang selalu mengantarkan suara jika tidak dices baterainya maka akan mati, begitu juga dengan panita… dapur pemadam kelaparan layaknya energi terpendam yang selalu dicari paling akhir, akan tetapi paling dibutuhkan.

Ada kalanya suara dari tim ini sedikit melemah karena lelah… berhari-hari bahkan minggu persiapan mereka untuk mengumpulkan perlengkapan acara kemah juara. Tim kecil dengan energy yang luar biasa… Semangatlah modal awal dari semua itu… karena mengutip kata koordinator mereka “jika ada 500 orang yang bersemangat, diantaranya adalah aku.. jika ada 100 orang yang tetap berdiri semangat, salah satunya adalah Aku, jika ada 10 orang yang masih semangat, salah satunya adalah aku, jika hanya ada 1 orang yang tetap tegar bersemangat,pasti itulah aku... jika tidak ada seorangpun yang bersemangat, itu karena aku telah tiada.. Karena aku adalah semangat!!”, hee… sedikit narsis memang..tapi begitulah tim ini, Luar biasa kerja keras mereka. Semua perlengakapan baik acara, medis, atau konsumsi mampu didukung dengan baik…Memang tidak ada pernah yang berkata ““ Perkap… perkap masuk… hayo ini dawet ireng.. minum dulu yuks!!!“ Suara dari HT selalu selalu berkata…”perkap masuk… gallon diantar, perkap… tikernya kurang, perkap…meja butuh lima !!!” hoooo…. semuanya serba menyuruh… dan sepertinya tidak ada yang menyuruh mereka dengan sabar dan sopan… semuanya serba ingin cepat.... Semua request itu dilayani perkap dengan sigap… Sigap untuk berlari, sigap untuk mengangkat, sigap untuk memikul, dan sigap tidur paling pulas karena lelah. Tanggung jawab mereka lebih besar dari pada barang-barang yang mereka angkat itu… namun, semangat mereka membuat hari-hari yang melalahkan itu terasa ringan untuk bisa terlewati…

Gelombang suara kemudian membawa kekesekretariatan… seorang akhwat mungil selalu berjaga disana dengan setia… “ aku ingin liat acara mba…” kemudian dijawab dengan sedikit maksa oleh seseorang yang diajak ngobrol itu… “tempat ini lebih penting ditunggu dari pada liat acara lho”… dan kemudian dia menjawab “ baiklah (dengan sedikit nada pasrah)”….. Dengan sabar dia selalu melayani orang tua anak asuh yang ngeyel ingin ketemu, beramah tamah dengan pemandu yang keras kepala dengan aturan, sedikit gemas dengan data yang selalu berubah-rubah, mengkoordinir pembagian kaos dan Id card yang bertumpuk-tumpuk…kemudian saat benar-benar lelah dia tertidur dengan pasrah beralaskan kertas koran. Dia yang juga sangat sibuk dengan ujian dan KKL, bermain dengan data dan ngedit puzzle, mendengarkan dan mencatat hasil rapat, dan bersabar dengan menganggap sakit adalah rejeki untuk dia beristirahat… Di Kesekretariatan itu juga ada sosok yang selalu dicari-cari soal keuangan… terburu-buru dia datang ke kemah juara setelah praktik profesinya yang harus dia tunaikan.. dia sadar mungkin tidak bisa membantu banyak dengan kedatangannya, hanya saja dia ingin memberikan semangatnya dengan datang dan membantu semampunya.. jam 02 pagi.. dia masih berkutik dengan laporannya dan pagi harinya setelah membantu mengurus beberapa hal terkait dana, dia dengan tergesa pergi ketempat lainnya untuk menunaikan amanah berikutnya. Mereka adalah bagian sosok luar biasa dari kumpulan orang luar biasa dari acara ini..

Posisi paling ujung dan terpencil dari keramaian, duduklah mereka disana, kadang kala berjalan muter-muter untuk mengontrol semuanya agar aman dan terkendali. Sesekali mereka berkata “Cek, Masuk… Keamanan disini… tolong ada orang tua murid segera diarahkan kekesekretariatan..!!!, Keamanan disini… ini mau hujan, sebaiknya bagaimana”. Well, Jika ada yang bertanya pekerjaan apa yang paling membosankan… jawabannya adalah menunggu.. karena menunggu itu jauh lebih membutuhkan kesabaran dari pada berlari atau melakukan kegiatan. Hanya saja menunggu kali ini dengan amanah yang tanggung jawab sama besarnya dengan sie lain. Amanah yang ditanggungnya begitu besar… tempat seluas itu harus diamankan dengan armada yang sedikit, sungguh luar biasa…. Mereka yang juga membantu perlengkapan dalam mengkondisikan tempat, mereka yang berharap bisa menonton piala dunia namun tidak bisa melakukannya, mereka yang juga tidak bisa menikmati sedikitpun rangkaian acara, dan mereka yang tidurnya selalu paling akhir agar semuanya tetap aman dan terkendali...Mereka… benar-benar Luar Biasa!!!

Mereka yang juga sangat digemari untuk dicari gelombang suaranya adalah tim medis..” Medis,,,, dimana ya… segera ke tim konsumsi, ada yang sakit disini!!!”..Mendengar itu, bernafas mereka sejenak dan turunlah mereka ke bawah… posko medis yang jauh diujung sana dan peserta yang sakit diujung lainnya.. Berundak-undak lahan di lokasi acara, begitu layak dijadikan tempat olah raga… Cocok untuk mereka yang ingin diet dengan porsi makan luar biasa.. Hoooohh.. sedikit berharap ada pintu ajaib atau escalator yang dimodifikasi dengan alam (ngayal kalau ini). Begitulah mereka… Meluncur dengan tergesa ke tempat acara setelah menyelesaikan amanah utama di kampus, terkadang berjalan menemani peserta, terkadang berlari menghampiri mereka.. Mereka melakukan tugas terbaik sesuai dengan posrsinya dan dengan sigap menjadi pelayanan bagi yang sakit. Keberadaan mereka adalah salah satu bagian yang membuat keseluruhan acara yang sudah kita lakukan bersama menjadi lebih komplit.

“ Humas masuk!!!, bagaimana peserta sudah datang semua??”, “Roger.. Humas disini, dari solo sudah tiba, sekarang memasuki lokasi” Tim humas adalah salah satu tim yang paling sibuk dari awal hingga akhir acara. Lobi soal tempat kemah dan TOT, ngantar surat menyurat, ngurus pemberangkatan, sampai mencari lokasi untuk kegiatan business chalange. Bersepeda dia ke lokasi yang sangat jauh, mengayuh jalan menanjak yang berusaha dikendalikan, berputar-putar dia keluar masuk kampung untuk mensukseskan acara… energi yang luar biasa….Bisa saja mereka hanya mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawab mereka kemudian mereka tidur dan menikmati acara pada hari H, tapi tidak dengan mereka…. Humas tidak bertanggung jawab menganggat 10 meja dari lantai dua SD juara ke truk, dia juga tidak bertanggung jawab menyusun barang untuk dibawa ke tempat acara, terlebih nginep di lokasi untuk mengamankan dan membantu perlengkapan menyiapkan lokasi. Di Hari H, Mereka juga tidak bertanggung jawab memasang pentunjuk arah agar tidak tersasar (hal kecil yang mungkin banyak orang lupa berterimakasih), mereka juga tidak bertanggung jawab untuk berdiam di satu titik dan menjadi keamanan, mengangkat gallon atau menyusun tiker untuk sholat, tidak harus jadi petugas saat peserta berjualan ke luar area kemah, apalagi tugas membenarkan kompor gas yang agak ngambek… itu memang bukan tanggung jawab mereka…Tapi mereka melakukannya… Tidak terdengar mereka mengeluh, karena memang tidak ada waktu untuk mengeluh.. yang mereka punya adalah inisiatif, inisiatif untuk segera membantu yang ada di depan mereka.. Luar biasa kerja tim ini!!!
Bagaimana dengan PDD, suara mereka memang jarang terdengar dari kotak hitam yang begitu canggih itu… namun begitu esensi dan penting posisi mereka.. Mereka yang juga selalu berlari untuk tidak kehilangan moment, memberikan manfaat dengan caranya dan selalu berusaha membantu di sela-sela acara. Kadang kala mereka pun pindah posisi dari PDD menjadi perlengkapan, konsumsi atau menjadi penyemangat disela-sela acara.. PDD adalah tim yang bisa membuat semua orang tersenyum ketika mereka memintanya untuk berfoto (salah satu cara sederhana untuk mengurangi kepenatan) karena sepertinya sudah menjadi kodrat semua orang bahwa saat foto akan senyum dan ingin terlihat manis. Mereka yang mengabadikan banyak kejadian untuk selalu bisa dikenang, membuat beberapa detik menjadi abadi dan semua ekpresi bisa dinikmati.. Berlari mereka ke pojok, cukup narsis mereka berada ditengah, dan berada dibelakang untuk menunggu waktu yang pas untuk mengabadikan. Itulah mereka… yang hasil karyanya bisa membuat kita ternyum mengingat even yang sudah kita lalui.. Luar Biasa!!!

Huuuuuuuhhhhh…. Akhirnya… seluruh rangkaian acara sudah berakhir… Persiapan sudah, acara lewat, laporannya pun beres, dan ups.. pembubaran ya rek!!, Sekarang yang tersisa adalah cerita, cerita yang semoga menjadi pembelajaran berharga suatu saat nanti. Pemimpin yang baik itu adalah perpaduan antara pemimpi,pemandu sorak dan mandor lapangan.. dan kalian semua telah menjadi pemimpin yang baik bagi diri sendiri ataupun bagi tim kalian.. Luar Biasa!!

Wow… tidak terasa ya, waktu berlalu begitu cepat… ini adalah tulisan kedua saya tentang kemah juara, kali ini dengan perpektif berbeda dimana saya harus belajar banyak untuk bersabar, meredam egoisme pribadi dan mecoba memahami banyak perpektif orang lain.. Saya merasa luar biasa bisa kerja bersama orang-orang seperti kalian. Entah taun depan seperti apa… but surely, akan jauh lebih dahsyat dari tahun2 sebelumnya.

Terimakasih Relawan.. terimakasih telah membantu dalam porsinya masing-masing, terimakasih juga telah memberikan pelajaran yang begitu berharga bagi hidup saya dengan cara kalian masing-masing. Senang mengenal dan menjadi bagian dari kalian… Relawan… tetap semangat bahagiakan umat…

Semoga kita bisa saling memaafkan ya….

SAHABATKU SAYANG

Dagdigdug aku melangkah… bagaimana rasanya yang diujung sana, yang sedang mencoba memantapkan hatinya untuk berjalan ke jenjang yang lebih dewasa dari fase seorang wanita..Langkah berani yang tidak hanya menyempurnakan separoh agamanya dan beribadah kepada Allah, namun juga mempersiapkan banyak aspek psikologis atas semua hal dari hidupnya yang mungkin tidak akan sama lagi… Dia yang sedang belajar bersabar, karena melangkah bersama itu membutuhkan kesabaran, dia yang sedang belajar untuk berbagi, karena walaupun ada fase lelah, bersama itu jauh lebih nikmat dari pada sendiri. Dia… sebentar lagi, dari sekelumit kehidupan di bumi ini, akan menjadi orang yang paling bahagia di Hari itu… Luar biasa aku belajar darinya…. membumikan egoisme dan idealisme menjadi sesuatu yang relistis dan tidak berhenti untuk bermimpi. Luar biasa sosok ini, seorang wanita yang dulu pernah terjatuh dan menjadi pemenang diujungnya ketika ada usaha dan sabar atas itu…


Serasa cukup takut aku berjalan, karena banyak hal yang masih harus ditata di diriku yang masih amat bodoh ini.. bagaimana di ujung sana, yang sebentar lagi akan berhadapan dengan dunianya... Dunia yang selama ini membuatnya amat bahagia dan menjadi diri sendiri… berkumpul dengan anak di sekolah yang dulu telah mendewasakannya… Memberikan yang terbaik dengan caranya. Dimana dia mengajarkan ku untuk meluruskan niat dan pencariannya yang membuat ku semakin mantab untuk terus lebih baik, caranya menguliti setiap kejadian di dalam hidupnya membuatku luar biasa kagum dan membuatku semakin yakin ada makna di setiap peristiwa.. Bagaimana kabar engkau disana yang diantara mempertahankan prinsip dan fakta dasar lingkungan yang juga harus dikompromikan.. Seperti yang kita bahas dalam obrolan panjang kita sobat… bukankah Allah Maha tahu apa yang dirasa dan maksud oleh hambanya.


Serasa abu-abu aku berdiri, karena banyak hal yang harus aku selesaikan dan betapa banyak aku harus belajar lagi… bagaimana yang di ujung sana…. yang mulai menata kembali hidupnya, dengan tugas yang tidak pernah terduga yang diberikan kepadanya. Sungguh luar biasa cara Allah memberikan moment untuk dia belajar.. Belajar sesuatu yang memang dia inginkan. Pada akhirnya… beginilah cara Allah membuatnya belajar. Mungkin inilah rasanya…. Allah tidak ingin dia melupakan bagaimana rasa inisiatif dan kepekaan dalam dirinya yang dari dulu membuatku nyaman untuk berbagi dengannya… Karena itulah dia…. dan Dititik dimana dia ditempatkan sekarang, adalah titik untuk dia tetap mengenali dirinya dan terus belajar untuk semakin yakin dengan langkahnya…. Seperti perbincangan yang sering kita lakukan sobat…. jalan seseorang dalam hidupnya memang berbeda-beda.


Bagaimana kabar dia di ujung pulau sana…. berkutik dengan lansia dari sebuah panti jompo, tidak hanya untuk amanah pekerjaan yang harus ditunaikan…tapi lebih dari itu, keinginan untuk berbagi dan melakukan yang terbaik untuk mereka…Dia yang juga sedang jatuh cinta dan berbunga-bunga, berharap semua dimudahkan dan diberikan yang terbaik… Sobat….bukankah kita belajar bagaimana nikmatnya meraih prestasi bersama… menyakinkan ku dibalik banyak pelajaran soal hidup yang harus kita pelajari, amat penting juga untuk menghasilkan sesuatu sebagai bukti eksistensi hidup.. Aku tersenyum saat mengingat masa-masa panjang dan melelahkan yang dulu sering kita habiskan tidak hanya untuk almamater kita tetapi juga untuk kita sendiri… Dari mu sobat, pada akhirnya aku belajar untuk lebih peka dan menghargai pendapat orang lain.


Disaat aku sedang benar-benar mencari konsep hidupku… bagaimana kabarmu disana… waktu libur yang menyenangkan ya sobat…. istrahat sejenak dari rutinitas berkumpul dengan anak-anak berkebutuhan khusus… luar biasa caramu untuk berbagi.. Disaat aku hanya berkutik dengan abstrak-abstrak yang jauh dari nyata… engkau melangkah dengan lebih pasti… Bukankah itu jauh lebih pasti dari pada tidak melakukan apa-apa.. Satu hal yang aku yakini, Allah itu kadang tidak memberikan apa yang kita inginkan, tetapi memberikan apa yang kita butuhkan… dan apa yang kita butuhkan terkadang tidak kita sadari sekarang… begitulah aku berusaha memaknai setiap episode di dalam hidupku… Semangat… semua pasti ada jalan dan akhirnya… Akupun banyak belajar dengan mu, tentang kejujuran perasaan yang terkadang harus dimiliki oleh seseorang, aku belajar asertif dengan melihatmu dan belajar lebih terbuka ketika aku mengenalmu…masih teringat aku dengan konsep bakso dan kuahmu yang cukup menginspirasiku bahwa kadang kada kita memang harus mencoba kuahnya dulu, dan disisi lain kita harus mencoba baksonya dulu….dan aku ingin menambahkan, yang paling enak dari bakso adalah jeruk nipis.. I meant… ada penambah rasa yang membuatnya lebih mantab (hidup bakso… hiii).. penambah rasa itu bisa kita definisikan banyak hal sobat…


Bagaimana kabarmu yang diujung sana… bagaimana rasanya keluar dari kampus kebanggaan kita dulu dengan status sarjana, pasti banyak hal yang bisa kamu lakukan bukan…tidak sedikit yang kau ajarkan soal hidup kepadaku, bukan dengan kata-kata tetapi dengan perbuatan… taukau, siapa orang yang paling tulus yang kukenal… jawabannya adalah kamu, taukah laki-laki mana yang paling aku percaya jadi sahabatku dan terus menjadi sahabat, jawabannya adalah kamu… aku belajar menolong dan merasa ringan dari kamu… Disaat aku sedang tertatih untuk belajar tidak berprasangka, kamu dari dulu berfikir apa adanya… kesederhanan yang mengajari ku untuk lebih menghargai orang lain..


Taukah kalian… betapa aku sangat bersyukur diberi kesempatan untuk bertemu dengan kalian yang mengajari ku banyak hal… membantuku untuk mengenali diriku dan apa yang aku inginkan… betapa menyenangkannya dulu kita pernah melangkah bersama… walaupun sekarang cara kita melangkah adalah beda… namun bukankah kita terus melangkah… karena hidup tidak boleh diam… karena hidup adalah bergerak…


Sampai ketemu…, Tunggu Saya Disana…!!!
Note : Pagi yang cerah yang membuatku agak gugup…(7 Juli 2010)

Antara Nasionalis dan Nasionalis

Gie dalam buku yang ditulis kembali oleh rekan-rekannya menuliskan bahwa betapa beruntungnya orang yang tidak dilahirkan di dunia ini karena tidak merasakan banyaknya ketidakadilan di bangsa ini, dan menurut Gie, orang beruntung kedua adalah mereka yang dilahirkan tetapi mati muda. Akan tetapi, menurut saya, orang yang beruntung itu adalah orang yang berumur panjang dan dia dapat melakukan sesuatu, tentu saja bukan untuk merubah dunia, tetapi minimal membuatnya sedikit lebih baik. lebih baik dengan sudut pandang masing-masing dan potensi dari pribadi yang dimiliki.

Jika Gie mencoba menjauhi sistem yang ia dikecewakan kemudian dia memilih jalannya sendiri untuk berjuang melalui kritikan dalam tulisan-tulisan atau mengajari anak bangsa sebelum kematiannya, kalau menurut saya, terkadang untuk menjadi lebih baik kita harus masuk kedalam sistem itu… walaupun tentu saja akan sangat diuji ketidakterimaan akan perubahan atau bahkan seorang yang idealis awalnya akan terbawa arus oleh kenyamanan dan kemapanan dari suatu sistem yang awalnya dia nilai salah.
Saya sungguh bersepakat dengan Gie bahwa seseorang itu harus menjadi moralis yang absolute dan humanist yang universal, bahwa moral harus dipertahankan dengan cara apapun dan membantu sesama tentu saja tidak mengenal perbedaan (sungguh kagum saya dengan kata-kata ini). Walaupun menurut saya ada cara yang lebih bijak untuk tetap mempertahankan keduanya, seperti filosofi air yang dimanapun ia berada tetap menjadi air, diletakan digelas ia seperti gelas tetapi isinya adalah air, bahkan saat ia dibekukanpun, ia adalah tetap air…. menurut saya, kemampuan beradaptasi inilah yang juga cukup penting dalam mengkondisikan prinsip yang dimiliki seseorang, beradaptasi bukan berarti berubah secara bunglon menurut saya, tetapi layaknya seperti air…


Jika Gie mengkondisikan dirinya sebagai seorang yang nasionalis dengan membantu menurunkan orde lama menjadi orde baru, kemudian diapun kembali kecewa dengan keserakahan di orde baru dan memilih untuk menyentuh lapisan bawah dan para mahasiswa untuk tetap kirits terhadap pemerintahan yang menyalahi aturan. Menurut saya, sekarang banyak hal yang kita lakukan untuk menjadi nasionalis, merujuk sebuah iklan… tidak membeli produk bajakan, menghargai karya dalam negeri, bahkan cukup hanya membuang sampah di tempatnya adalah salah satu contoh hal yang nasionalis. Menurut saya, nasionalis tidak hanya sekedar mengkiritik jalannya pemerintahan seperti perang mulut yang biasa dilakukan di tv yang bikin gerah itu, tetapi dimulai dari sesuatu yang sederhana dan lingkungan kecilpun kita bisa menjadi nasionalis.

Seperti seorang pecinta lingkungan yang memberdayakan sampah selama 20 tahun yang saya kenal, seperti dosen saya yang selalu datang dan keluar tepat waktu ketika ia mengajar, seperti teman saya yang tidak pernah mengeluh ketika ia membantu umat menjadi lebih baik, seperti seorang ibu yang merelakan anaknya pergi jauh untuk sebuah pendidikan yang berkualitas, seperti banyak orang yang berusaha mencari pekerjaan hahal untuk tidak menambah angka pengganguran di negara Ini, atau mereka yang selalu optimis dalam hidupnya agar tidak menambah kedramatisan dari kepedihan bangsa ini…. Hidup Indonesia!!!

Minggu, 16 Agustus 2009

Im Proud to be Indonesian

17 agustus selalu datang tiap tahun, dan bangsa ini selalu memperingatinya sebagai hari kemerdekaan Indonesia. Ada yang memperingatinya di puncak paling tinggi Mahameru, ada juga yang menyelam di dasar laut taman wisata bunaken atau bahkan ada yang hanya sekedar duduk melihat TV di rumah, baca koran, atau online buka face book, you tube, atau multiply. Semua punya rasa yang berbeda-beda namun masing-masing sadar kalau negara kita sudah bertambah lagi usianya.

aku tidak akan berkisah soal sejarah kawan, karena aku bukan ahlinya, yang aku tau bahwa dahulu bangsa ini berkorban banyak untuk merdeka dari musuh yang terlihat yaitu penjajah. Aku pun tudak akan menulis soal politik, karena politik buat aku adalah soal ilmu, ilmu untuk menjadi dan bagaimana, dan aku tidak paham akan itu. Aku juga tidak akan bertutur soal bagaimana seharusnya bernegara, karena aku sendiri tidak punya definisi yang jelas bagaimana seharusnya menjadi warga negara yang baik dan benar. Apalagi menyinggung soal terorisme yang katanya mengancam keutuhan bangsa dan negara kita, sudah terlalu banyak orang biacara itu tanpa solusi yang jelas dan masuk akal menurutku.

aku hanya ingin sekedar berkata " im proud to be Indonesian", walaupun banyak masalah di dalamnya, dan aku percaya walaupun dengan hal sederhana, kita bisa saja membut negeri ini menjadi lebih baik lagi...

Wish the best for my country.....

Minggu, 09 Agustus 2009

SUKSES Itu....." aku ingin jadi beken"

Tadi malam habis liat tatap muka di TV one yang dibawaai sama Farhan, tamunya adalah Tantowi Yahya... Salah satu presenter yang benar-benar brilian.. Gabungan antara cerdas, hangat, dan tentu saja penuh kharisma...Dari satu jam bersama tantowi ini, banyak sekali yang kita bisa pelajar. Ketika kecil, dibuku kenangan sekolahnya, ia disuruh menuliskan cita-citanya dan kalian tau apa yang ditulisnya kawan..." aku ingin jadi beken". Dan setelah bertahun-tahun berikutnya, terwuudlah harapan itu. Dia mengatakan bahwa hiduplah dengan mimpi.. karena mimpi adalah adrenalin mu.... Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, pepencapaian seorang tantowi yahya adalah perwujudan mimpi yang dilakukan dengan usaha-usaha yang sudah terncana.

ada yang sangat menarik yang dikatakan seorang tantowi yahya yaitu sukses adalah gabungan antara kemampuan dan kesempatan. Orang yang punya kemampuan tapi ia tidak punya kesempatan maka ia tidak akan bisa berbuat apa-apa dan orang yang punya kesempatan tapi tidak punya kemapuan maka ia tidak akan bisa bertahan lama. Oleh karena itulah, carilah kesempatan sebanyak-banyaknya antara lain dengan cara menjalin pertemanan sebanyak-banyaknya dan janganlah berhenti untuk menambah kemampuan kita.." belajar lah seumur hidupmu".

Rabu, 15 Juli 2009

Jurnal Relawan Tentang Kemah Juara…. Full Expresion!!!


Ini adalah bagian dari jurnal seorang relawan tentang kemah juara tahun 2009. Well…Setiap warna punya cerita, setiap cerita punya rasa, setiap rasa punya makna. Kata-kata itulah yang mungkin bisa menggambarkan keseluruhan acara kemah juara Rumah Zakat Indonesia Cabang Yogyakarta yang berlangsung tanggal 10-12 Juli di Bumi Perkemahan Wonogondang, Kaliurang, Sleman-Yogyakarta. “Kemah Juara….Kemah Budaya Untuk Anak Indonesia”., itu adalah tema acara tahun ini dari Rumah Zakat Indonesia dan RZI cabang Yogyakarta dan Solo akhirnya menyulapnya menjadi berbagai kegiatan dan perlombaan yang kesemuanya serba berbau budaya.
Pada hari pertama, sekitar 300 anak yang terdiri dari 11 wilayah di Yogyakarta dan satu wilayah dari Solo berdatangan dengan armada yang sudah disiapkan panitia dan didampingi oleh tujuh relawan dibeberapa titik keberangakan (Sulis, Andi, Rusman, Riski, Agus, Dewi, dan Karsono…” mereka adalah orang-orang yang siap beraksi tanpa aksi….hee). Angkutan yang disiapkanpun pasti akan berkesan untuk anak-anak karena mereka dianggkut bak pasukan yang siap tempur lengkap dengan peralatan selama tiga hari yaitu dengan truk. Satu persatu anak-anak diturunkan di lapangan dan mulai terlihat antusianisme mereka menjalani kegiatan…(walaupun ni…, hati para relawan benar-benar dag-dig dug… melihat banyaknya anak yang akan ditangani).
Anak-anakpun kemudian dipertemukan dengan para pemandu yang akan mendampingi mereka selama tiga hari. Setelah itu, anak-anak putra sholat jum’at bersama di lapangan dan anak-anak perempuan sholat juhur di pendopo. Relawan yang menjadi panitia sudah terlihat seperti setrika alias hilir mudik gak karuan karena setelah peserta sholat dan makan akan diadakan acara pembukaan yang dihadiri oleh beberapa tokoh yang cukup penting. Tokoh-tokoh itu adalah Perwakilan dari Gubernuran, Tokoh Budaya yaitu “ didik ni towok”, Wakil dari Rumah Zakat, dan Kepala Dinas Pendidikan Yogyakarta”. Alhamudillah, Acara pembukaan yang dirancang dengan sederhana serasa cukup khidmat dan bekersan. Diawali dengan pemecahan kendi sebagai lambang supremasi budaya oleh kepala dinas pendidikan dan disambut tepuk tangan keras dari para peserta serta dentuman musik yang memeriahkan suasana, Kemah juara Resmi dibuka….. (UPS….Seorang relawan kemudian berbisik…. huhh…. satu satu fase berat terlewati).
Kerja keras para relawan tentu saja tidak terhenti sampai disini. Para relawan tanpa diperintah sudah menempati divisinya masing-masing… (Bahkan salut juga ada yang ngerangkap-rangkap… like leader in driver… heee). Pasar budaya pun dibuka…. konsep pasar budaya adalah pasar dimana anak-anak bisa membeli keperluannya selama dibumi perkemahan, uang yang yang berlaku adalah uang budaya yang dijatah tiap kelompok. Adegan yang paling seru adalah tawar menawar relawan dengan para peserta untuk membeli keperluan. Relawan dengan sikap teguhnya mempertahankan harga dan peserta dengan bujuk rayunya menurunkan harga. Pasar budaya hari pertama ini dibuka untuk keperluan penyewaan tenda dan perlengkapannya. Peserta kemudian kembali kekelompok masing-masing untuk mendirikan tenda yang akan mejadi rumah sementara mereka selama tiga hari.
Rumah sementara para juara ini siap dan relawan pun tetap sigap walaupun sudah lumayan bisa bernafas lega. Ada satu kendala yang terjadi adalah peserta banyak yang tidak membawa tikar, akhirnya tikar yang disediakan untuk keperluan lainpun secara mendadak menjadi di jual di pasar budaya, ada beberapa kelompok yang disuruh menampilkan hiburan terlebih dahulu sebelum mendapatkan reward tikar (untuk beberapa saat relawan Arif menjadi Penanggung Jawab Pertikeran, sampai akhirnya tikar gak cukup dan relawan yang berada di kota yogya diminta menambah persediaan tiker untuk cadangan). Masalah pertikeran Alhamdulillah bisa selesai menjelang magrib dan rumah sementara peserta bisa ditinggali dengan nyaman untuk sementara. Upsss… ada yang tertinggal, setelah asar ada yang namanya ta’aruf kelompok selama kurang lebih satu jam, sesi ini dipimpin oleh Mr. Huda yang memang sudah ahli mengkoordinir di anak-anak dalam jumlah yang besar.. Ada beberapa permainan yang ditampilkan antara lain meniup balon dan memecahkan bersama, bermain jari, dan permainan lainya yang semuanya bertujuan untuk lebih mengakrabkan sesama peserta yang menghuni kampong juara ini.
Kehebohan setelah magrib terjadi di pasar budaya, dimana para juara ini membeli keperluan makan malam mereka, dengan lampu penerangan yang masih seadanya dan antrian yang lumayan kacau (karena antrinya dari berbagai macam sisi) akhirnya para juara ini berhasil mendapatkan makan semua.. (Sementara Konsumsi bernafas dengan panjang… hee.. Vote To Relawan Anis And The Gank). Sesi nonton film dimulai setelah sholat isya, anak-anak digiring ke lapangan utama yang sudah dikondisikan untuk nontong bareng… dengan screen yang besar, dan suasana yang gelap gulita hanya diterangi bintang-bintang ditambah lagi suasana dingin mencekam… pas banget lah romantisme ala 21. Laskar pelangi pun diputar, walaupun film mungkin sudah banyak yang nonton, namun, tetap aja para juara ini terlihat antusias menyaksikannya apalagi ada supplement tambahan dari sie. konsumsi untuk menghangatkan malam dan doorprize seru dari sie acara.
Disela-sela para juara asik menonton film, tentu saja banyak kehebohan di belakang layar. Sie acara yang berdebat dengan teknis acara, sie keamanan yang mondar-mandir mengamankan tempat, sie konsumsi yang masih berbenah, ataupun panitia serabutan yang bisa bantu dimana aja…. (Because we are the small team for the big job… he…Salute!!!!). Pemandu pun dikumpulkan disela-sela acara untuk mempersiapkan anak-anak asuhnya besok…. dan kehebohan terjadi lagi… karena dari 34 kelompok kemah juara, hanya beberapa kelompok saja yang membawa peralatan masak, sedangkan besoknya para peserta full masak… Akhirnya dengan bujuk rayuan dan sedikit memutar kata (heee…. )terjadilah kesepakatan bahwa beberapa alat masak digunakan beberapa kelompok dan kebutuhan memasak semuanya sudah tersedia di pasar budaya.
Acara hari pertama akhirnya ditutup dengan evaluasi keseluruhan dari panitia. Satu kunci yang relawan bisa pelajari pada hari pertama adalah “Comunination is important, and than commitment…” Para relawan di hari pertama sudah sangat bekerja keras dan tibalah untuk terlelap sementara, walaupun sebenarnya ada yang gak tidur (Bravo to Relawan Karsono and Gerombolan for safe our Kampoeng, Heeee). Jam 03.00 dini hari, kesibukan pun terasa di kampong juara, para juara dibangunkan untuk sholat tahajud dan mendengarkan tausiah, dingin serasa menusuk tulang (Ini Serius…. Dinggggiiiin), namun, Alhamdullilah semuanya terlihat tetap senang.. (Upss…. mata bisa aja salah sih….). Setelah sholat subuh, instruksur senam yang amat berpengalaman (Relawan Ade and Tim…kabarnya sih, udah kelas internasional gitu) mengarahkan para juara untuk menggerakan badannya, disertai dengan musik dan gerakan yang cukup apik dan walaupun tidak berkeringat… para juara ini paling tidak menjalankan salah satu kriteria hidup sehat yaitu olah raga..
Setelah olah raga, tibalah acara masak memasak… pasar budayapun dibuka… antrian mulai terlihat dan tawar menawar mulai terjadi… benar-benar kebahagiaan tersendiri melihat anak-anak bersemangat ria belanja untuk kebutuhan mereka. Selain bahan masak, pasar budayapun menyediakan kebutuhan untuk menghias tenda, relawan selly terlihat sangat asik mempromosikan dagangannya (maklum emang dari sononya udah pedagang, heee…). Setelah itu, waktunya peserta masak dan relawanpun istirahat sejenak. Ada yang memanfaatkan buat mandi, makan pagi, dan ada juga yang tetap mondar-mandir. Oh iya… hampir aja lupa, sementara menunggu berbagai kegiatan, di kampong juara juga ada yang namanya radio juara. Frekuensinya suka ganti-ganti, tergantung ada chanel yang kosong dan ingatan penyiar saat itu… Penyiarnya kebanyakan Relawan Amri yang emang sudah berbakat cuap-cuap semenjak dari kandungan (he… Pisss Bos), semua peserta bisa request apa aja dan nitip salam buat siapa aja di kampong juara, namun berhubung chanelnya suka pindah-pindah, lagu-lagunya yang direquest pun juga sering gak ada.
Jam seorang relawan yang suka mondar-mandir menunjukan jam 07.30, sudah saat nya masuk ke acara berikutnya, namun ternyata para peserta banyak yang belum selesai masak… usut punya usut ternyata disebabkan kebanyakan dari mereka memakai alat masalah gantian. Untunglah, Sie Konsumsi siap dan siaga, antar dan waspada, akhirnya ada beberapa kelompok yang di suplay nasi. Alhamdullilah lagi untuk pagi ini, sie masak-memasak secara umum berlangsung lancar.
Tibalah saatnya life skill, dimana keterampilan yang diajarkan di kampong juara ini adalah pembuatan cemplon, susu kedelai, batik dan sampah. Para peserta dibagi menjadi 3 kelompok besar dan dalam waktu kurang lebih 2 jam mereka harus mengunjungi ke empat posko yang sudah disiapkan (untung aja ada bala bantuan dari temen-teman solo…( Give Jempol to Kerja Samanya Ya….). Life skill pun dilewati, kemudian masuk ke lomba masak dengan bahan dasar mie… luar biasa hasilnya. Dari mie ala sarden, sampai ala martabak sudah tersedia di pasar budaya…. benar-benar meriah hasilnya. Tim penilai dari Sie konsumsi pun melakukan penilaian dan setelah peserta sholat mereka kemudian menikmati hasil masakan yang mereka buat dengan kerja keras tersebut (maklum, dengan peralatan seadanya). Setelah menikmati hidangan ala kadarnya itu, peserta pun siap dengan berbagai macam perlombaan yang sudah disiapkan panitia. Untuk sesi pertama adalah lukis pasta dengan bahan dasar kantong hape yang bebas dilukis oleh peserta dan lukis media dengan bahan dasar kaos, tas, dan kanvas. Sesi berikutnya adalah madding dan pembuatan wayang dan sesi terakhir setelah asar adalah cerdas cermat budaya.
Menjelang magrib, pasar budaya kembali dubuka… kali ini mengadirkan semangka diskon…. dan obral kebutuhan pokok besar-besaran… segala cara relawan pakai untuk menjual barang dagangannya. Dari beli kacang dapat sardenlah, beli bawang dapat beras lah, semangka diskon itungan sepuluh lah, sampai beli apapun bonus kecap… (hwuuaaaa… bener-bener gak nyambung pokoknya). Setelah sholat isya, ditemani dengan empat api unggun dipojok tempat dukuk peserta yang duduk rapi di dilapangan, acara pentas budayapun dimulai. Masing-masing kelompok menampilkan persembahan mereka. Ada yang menampilkan puisi, cabaret super irit yang gak tau apa temanya, just parade lilin, nyanyi, atau hanya sekedar yel-yel. Secara bergantian, 34 kelompok tampil diatas panggung selain juga diumumkan pemenang masing-masing lomba pada siang harinya.
Well. finaly… 2 hari terlewati….walaupun dingin semakin mencekam untungnya semangatnya gak redam… heeee….. panitiapun evaluasi kembali sebelum menutup malam… hari kedua ini, semuanya terlihat lebih mudah.. walaupun matanya udah pada redup semua. Evaluasipun cukup singkat dan padat, para relawan hanya membahas teknis acara outbond keesokan harinya. (emmmm…. ada yang membatin di hatinya…. tinggal sehari lagi… semangat!!!!).
Jam 03.30… telat setengah jam dari hari sebelumnya (maklum, daya stamina sedikit menurun.. he). Para juara dibangunkan untuk menjalankan sholat tahajud, tausiah, lanjut sholat subuh seperti hari pertama. Kemudian dilanjutkan olah raga, kali ini relawan karsono lah yang memimpin dan para juara diajak lari-lari kecil mengelilingi komplek wonogondang. Setelah lari, tidak lupa mereka minum susu dan makan sebungkus roti, makanan pembuka sebelum sarapan nasi di pagi hari. Para juara ini kembali antri di pasar budaya untuk membeli nasi (Harga yang sangat murah, nasi bungkus satu kelompok dihargai Cuma sepuluh ribu… cuman ada di kampong juara kayaknya).
Jam 08.00 tepat, setelah sesi pemotretan para juara selesai, outbond kemudian dimulai. Para relawan sudah menempati posko masing-masing dan sudah siap beraksi memberikan permainan yang menyenangkan untuk para juara. Para juara ihwan memulai dengan permainan menantangnya yaitu laba-laba, merayap, tarzan air, dan menyeberang kolam sedangkan para juara akhwat memulai dengan permainan tradisonal yaitu batok kelapa, holahop, bakiak, dan tari bambu. Keceriaan amat tampak di wajah para juara ini, tidak hanya para juara, para relawanpun termasuk yang nulis ini sangat gembira sekali pada sesi ini karena benar-benar bisa lepas dan bermain sepuasnya bersama anak-anak. Diiringi beberapa musik ceria dan semangat yang membara, suasana menjadi gembira.
Sekitar pukul 11 semua posko sudah dilewati oleh para juara. Merekapun beristirahat dan siap-siap untuk makan, sholat, dan acara penutupan. Sebagian relawan ahkwat mungkin ada di pasar budaya dan menyiapkan konsumsi untuk siang, semantara sebagian relawan ihkwannya…. (!!!!!! heee…ada yang suka rela dan ada yang tidak rela) mereka melakukan semacam ceremonial perpisahan yaitu bercebur ke kolam plus minta foto (katarsis untuk mencari kebahagiaan ni…Bravo!!!).
Setelah acara cebur mencebur selesai, dan sholat juhurpun terlewati, tibalah acara penutupan (ya Allah… tiba juga saat ini…). Suasana tampak meriah,, tidak hanya dimata para juara ini, tapi relawanpun tampak bernafas lega,,, Bener-bener Finaly ni……Armada penjemputan mulai berdatangan, pemandu mulai foto-foto, upsss… pembagian hadiah di penutupan pun lumayan heboh, anak-anak wilayah pajangan mendapatkan tropi kehormatan alias piala bergilir, dan para juara ini siap kembali kerumah masing-masing (jadinya lagu tassya di balik, sekolah tlah tiba dan libur tlah habis… hore… hore..!!!).
Foot Note:
Well, walaupun mungkin kaki rasanya udah mau patah, tidur berselimutkan dingin, susah makan, jarang mandi, emosi meninggi, tetapi TETAP SEMANGAT BAHAGIAKAN UMAT… ALLAHHUAKBAR… CONGRATOLATION TO SOBAT RELAWAN

Jumat, 26 Juni 2009

SAVE OUR EART WITH EDUCATION

Kerusakan lingkungan akibat ulah manusia sudah semakin menjadi-jadi. Sebut saja terjadinya pemanasan global yang menyebabkan iklim tidak menentu, peningkatan permukaan laut, suhu yang meningkat tajam, dan gangguan ekologis seperti banyaknya spesies hewan dan tumbuhan yang mati. Selain itu, udara yang mulai terkontaminasi polusi akibat padatnya kendaraan bermotor ataupun asap pabrik industri, air yang tercemar oleh limbah, dan bau busuk sampah yang menumpuk dan dibuang semabarangan membuat seolah bumi ini menjadi tempat yang tidak nyaman lagi untuk ditinggali.
Hal tersebut hanyalah sebagian fakta yang terjadi di bumi ini, data-data statistik menyebutkan bahwa dalam laporan terbaru, Fourth Assessment Report, yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yaitu satu badan PBB yang terdiri dari 1.300 ilmuwan dari seluruh dunia, terungkap bahwa 90% aktivitas manusia selama 250 tahun terakhir inilah yang membuat planet kita semakin panas. Sejak Revolusi Industri, tingkat karbon dioksida beranjak naik mulai dari 280 ppm menjadi 379 ppm dalam 150 tahun terakhir dan peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer bumi itu tertinggi sejak 650.000 tahun terakhir. IPCC juga menyimpulkan bahwa 90% gas rumah kaca yang dihasilkan manusia, seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida, khususnya selama 50 tahun ini, (http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global). Selain itu CGD (Center for Global Development) mengungkapkan bahwa pembangkit listrik merupakan kontributor terbesar penghasil CO2 (sekitar 25 % dari total emisi CO2). CGD mengumpulkan data dari sekitar 50.000 pembangkit listrik di seluruh dunia dan mengumpulkannya dalam suatu database yang disebut CARMA (Carbon Monitoring For Action). Dimana negara terbesar penghasil CO2 adalah Amerika 2.790.000.000 ton/tahun, China 2.680.000.000 ton/tahun, dan Rusia 661.000.000 ton/tahun, sedangkan Indonesia sendiri menempati urutan ke 18 dalam penghasil CO2 yaitu sebanayak 92.900.000 ton per tahunnya. (http://www.acehforum.or.id/daftar-negara-penghasil-t17856.html?s=392d9474ff6889424733138a2ff39a40&)
Hal ini semakin diperparah dengan anggka penggundulan hutan di dunia sehingga membuat efek semakin parahnya kondisi lingkungan. Data menyebutkan angka penggundulan hutan di Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan berlangsung konstan atau mengalami peningkatan lebih dari dua dekade, yang mendorong meningkatnya emisi karbon dan iklim. Di wilayah Amazon di Brasil saja, 7.700 mil persegi hutan hilang tiap tahun, luas ini seluas daerah New Jersey di AS (http://www. geografiana. com/dunia/teknologi/ analisis-penggundulan -amazon-3). Dimana kerusakan lahan saat ini sekitar 30 juta hektar dan diperkirakan akan meningkat sekitar 1 sampai 2% atau 300 ribu hingga 600 ribu hektar per tahun (http:// www.pdpersi. co.id/?show=detailnews &kode =865&tbl=kesling). Bisa dibayangkan bagaimana nasib bumi dimasa yang akan datang jika tidak ada tindakan-tindakan cepat dan preventif untuk mengatasinya. Bahkan, pencemaran terhadap lingkungan diperparah dengan hal-hal kecil yang dilakukan manusia yang tanpa sadar dapat dapat menimbulkan efek jangka panjang. Sebut saja membuang sampah sembarangan, terlalu banyak menggunakan plastik yang jika dibuang tidak akan terurai selama beribut-ribu tahun, pemakaian listrik yang berlebihan, pembuangan limbah rumah tangga ke sungai, pembangunan perumahan yang tidak memperhatikan lingkungan, tidak adanya kesadaran menanam pohon atau tanaman kecil di depan rumah, dan hal lainnya. Ini pada akhirnya membuat kerusakan lingkungan menjadi semakin parah.
Kerusakan terhadap lingkungan tentu saja mempunyai dampak terhadap kehidupan manusia. Polusi udara bisa menyebabkan terganggunya kesehatan, bahkan dalam jangka panjang CO2 yang terus menerus dihirup bisa menyebabkan penyakit kanker dan tumor. Dari studi yang pernah dilakukan di Amerika Serikat oleh The National Institute of Occupational Safety and Health pada tahun 1997 terungkap bahwa satu dari empat karyawan yang bekerja di lingkungan industri tersedia pada bahan beracun dan kanker. Lebih dari 20.000.000 karyawan yang bekerja di lingkungan industri setiap harinya menggarap bahan-bahan yang diketahui mempunyai resiko untuk menimbulkan kanker, penyakit paru, hipertensi dan gangguan metabolisme lain. Paling sedikit ada 390.000 kasus gangguan kefaalan yang terinduksi oleh dampak negatif lingkungan industri dan100.000 kematian karena sebab okupasional dilaporkan setiap tahun (Teringan, 2004). Belum lagi meningkatnya masalah-masalah psikologis akibat kondisi lingkungan yang kurang nyaman, orang menjadi cepat bosan, mudah marah bahkan mengalami stress pada tingkat tertentu.
Dewasa ini sudah semakin banyak kesadaran dan pertahian pada dampak-dampak kerusakan alam dan lingkungan. Banyak masyarakat ataupun aktivis-aktivis lingkungan yang mulai menyerukan bagaimana rusaknya lingkungan karena ulah manusia. Gerakan-gerakan yang terorganisirpun mulai terbentuk, sebut saja organisasi Green Peace, Walhi (Wahana Lingkungan Hidup), ICEL (Indonesian Center for Environmental Law), IUCN (International Union for Conservation of Nature) dan organisasi lingkungan lainnya. Organisasi-organisasi secara pro aktif menyuarakan dan mengambil tindakan penyelematan lingkungan dan pencegahan kerusakan lebih parah. Banyak lapisan-lapisan masyarakat yang sekarang sudah lebih peduli dengan kondisi kerusakan lingkungan. Walaupun perlakuan kecil tapi itu terkadang lebih berarti dari pada menunggu merubah kebijakan industri. Contohnya adalah dengan mengurangi pemakaian listrik yang tidak perlu, berjalan kaki atau naik sepeda ketempat kerja, membawa plastik sendiri saat berbelanja, menanam pohon di sekitar rumah, membuang sampah pada tempatnya, mendaur ulang barang bekas, dan tindakan kecil lainnya. Walaupun masih dalam skala kecil kebijakan-kebijakan pemerintahan di seluruh dunia pun sudah mulai ramah lingkungan sebut saja mulai dihentikannya penggunaan tenaga nuklir dibeberapa negara maju, keharusan ada kawasan hijau di perkotaan, pembangunan jalan raya baru yang disertai dengan penanaman pohon, dan kebijakan lainnya.

Minggu, 14 Juni 2009

Authentic Assessment sebagai Evaluasi belajar Siswa di Sekolah

Dewasa ini paradigma pendidikan di Indonesia sudah semakin berkembang dari pendekatan tradisional dimana siswa hanyalah sebagai objek pendidikan, kurang aktif di dalam prosesnya dan gurulah yang menjadi center utama dalam pembelajaran, menjadi pendekatan yang lebih modern yang berpusat kepada siswa. Dalam pendekatan ini, siswa aktif merekontruksi pengetahuan yang dimilikinya sedangkan guru hanyalah sebagai fasilitator untuk mengembangkan kemampuan.
Di dalam pendekatan tradisional, pendidikan ditekankan pada penguasaan dan manipulasi isi. Para siswa hanya menghafalkan fakta, angka, nama, tanggal tempat, dan kejadian. Dimana mereka memperlajari mata pelajaran secara terpisah satu sama lain, mereka juga hanya dilatih dengan cara yang sama untuk memperoleh kemampuan dasar menulis dan berhitung (Johnson, 2009). Siswa seolah hanya menjadi cawan penerima ilmu dari pihak luar sehingga model penilaian yang dilakukan terkesan sangat sederhana dan hanya menekankan pada aspek-aspek yang dangkal dari kognitif.
Sekarang para pakar pendidikan, orang tua, ataupun masyarakat secara luas mulai menyadari bahwa pendidikan tidaklah cukup hanya dengan model tradisional seperti itu. Mereka mulai mempertanyakan tentang manfaat sekolah terhadap siswa, apalah artinya ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan di sekolah jika pada akhirnya tidak bisa diaplikasikan ke dalam dunia nyata atau ketika siswa dihadapkan pada masalah-masalah yang membutuhkan keterampilan tertentu untuk menyelesaikan masalah. Jika siswa hanya tau dan hafal, namun tidak bisa mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan untuk menyelesaikan masalah, maka fungsi pengetahuan belumlah tercapai sepenuhnya. Oleh karena itulah, paradigma pendidikan pada akhirnya sekamin bergeser kepada filosofi bahwa siswa mampu menyerap pelajaran apabila mereka menangkap maksud dalam materi akademis yang mereka terima, mampu mengkaitkan informasi baru dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah mereka miliki sebelumnya serta mampu mengaplikasikannya ke dalam dunia nyata.
Banyak para pakar yang mencoba merumuskan bagaimana metode yang tepat dalam pendidikan terutama yang berpusat kepada siswa. Sebut saja metode-metode seperti pembelajaran berbasis kooperatif, kolaboratif, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kontekstual dan model lainnya. Metode-metode tersebut dikembangkan agar siswa semakin aktif mencari dan memaknai pengetahuan dalam proses pembelajaran, dan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya kedalam situasi yang lebih rill.
Faktanya sekarang, banyak sekolah yang sudah menerapkan metode pemelajaran tingkat tinggi yang mengajak siswa untuk lebih aktif mencari pengetahuan dan mengembangkannya. Siswa banyak diarahkan tidak hanya untuk berfikir analisis, tetapi juga kreatif dan mampu mengaplikasikannya ke dalam dunia nyata. Dari level paling bawah hingga universitaspun sudah mengarahkan level pembelajaran kearah yang lebih canggih. Banyak lahir sekolah-sekolah yang berwawasan teknologi (IT), sekolah akselerasi atau percepatan, sekolah internasional, montessori, home schooling, dan jenis lainnya yang tujuannya adalah untuk lebih mengoptimalkan kemampuan siswa.
Di dalam proses belajar belajar yang dilakukan di sekolah-sekolah tersebut tentu saja tidaklah terlepas dari adanya evaluasi hasil belajar. Dimana, Evaluasi menurut Tyler (1950; Arikunto, 2001) merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan tercapai. Dalam arti luas evaluasi diartikan sebagai suatu proses merencanakan, memperoleh dan menyediakan informasi yang tepat untuk membuat alternatif-alternatif keputusan (Mehrens & Lehmann, 1978: Purwanto, 2006). Oleh karena itulah, evaluasi sangat dibutuhkan untuk meninjau sejauh mana metode yang digunakan efektif, dan sejauh mana siswa mampu menyerap pembelajaran yang diberikan.
Berkembangnya metode dalam pendidikan tentu saja sejalan dengan berkembangnya sistem evaluasi di dalam pendidikan dan pembelajaran itu sendiri. Namun sampai sekarang masih banyak sekolah-sekolah yang terlalu kaku dan tradisional dalam menerapkan sistem evaluasi kepada siswa. Siswa terkadang hanya dihadapkan pada sesuatu yang hanya bersifat fakta, dengan jawaban-jawaban pendek atau pertanyaan pilihan ganda. Model seperti ini, sistem evaluasi seolah terpisah dengan pembelajaran dan pengaplikasiannya pada kondisi rill.
Siswa hanya dinilai pada sejumlah tugas terbatas yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan dikelas, menilai dalam situasi yang telah ditentukan sebelumnya dimana kandungannya sudah ditetapkan, seolah hanya menilai prestasi, jarang memberi sarana untuk menilai kemampuan siswa memonitor pembelajaran mereka sendiri bahkan jarang memasukan soal-soal yang menilai respon emotional terhadap pengajaran (Santrock, 2007). Hal ini pada dasarnya terlalu menyerderhanakan kapasitas siswa selaku pembelajar karena potensi-potensi yang dimiliki oleh siswa tidak mampu sepenuhnya diungkap, apalagi jika penilaian hanya terbatas pada pengungkapan aspek-aspek yang dangkal seperti pengetahuan level dasar, hanya mengandalkan memori semata atau metode penilaian yang sangat terbatas.
Pada dasarnya, suatu sistem penilaian yang baik adalah tidak hanya mengukur apa yang hendak di ukur, namun juga dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar lebih bertanggungjawab atas apa yang mereka pelajari, sehingga penilaian menjadi bagian integral dari pengalaman pembelajaran dan melekatkan aktivitas autentik yang dilakukan oleh siswa yang dikenali dan distimulasi oleh kemampuan siswa untuk menciptakan atau mengaplikasikan pengetahuan yang mereka dapat di ranah yang lebih luas dari pada hanya menguji memori atau kemampuan dasar saja (Earl&Cousins, 1995; Stiggins, 1996; Hargreaves, dkk, 2001).
Oleh karena itulah, sistem evaluasi belajarpun mulai berkembang dari sistem yang bersifat tradisional menjadi sistem penilaian yang lebih autentik (authentic assessment). Autentic assessment dianggap mampu untuk lebih mengukur secara keseluruhan hasil belajar dari siswa karena penilaian ini menilai kemajuan belajar bukan melulu hasil tetapi juga proses dan dengan berbagai cara. Dengan kata lain sistem penilaian seperti ini dianggap lebih adil untuk siswa sebagai pembelajar, karena setiap jerih payah yang siswa hasilkan akan lebih dihargai (Sudrajat, 2007). Gulikers, Bastiaens & Kirschner (2004) menjelaskan bahwa authentic assesment menuntut siswa untuk menggunakan kompetensi yang sama atau mengkombinasikan pengetahuan, kemampuan, dan sikap yang dapat mereka aplikasikan pada kriteria situasi dalam kehidupan professional.
Penilaian autentik berarti mengevaluasi pengetahuan atau keahlian siswa dalam konteks yang mendekati dunia rill atau kehidupan nyata sedekat mungkin (Pokey & Siders, 2001 dalam Santrock, 2007), muncul dikarenakan penilaian tradisional yang sering kali mengabaikan konteks dunia nyata (Santrock, 2007). Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. Penilaian ini merupakan alat bagi sekolah yang maju, yang tahu dengan jelas apa yang diharapkan dari siswa dan tahu dengan jelas bagaimana mereka mewujudkan kualitas tersebut (Sizer, 1992: Johnson, 2009). Sedangkan Johnson (2009) menjelaskan bahwa authentic assesment berfokus kepada tujuan, melibatkan pembelajaran secara langsung, mengharuskan membangun, keterkaitan dan kerja sama, dan menanamkan tingkat berfikir yang lebih tinggi, karena tugas-tugas yang diberikan di dalam penilaian autentik mengharuskan penggunaan strategi-strategi tersebut, maka para siswa bisa menunjukan penguasaannya terhadap tujuan dan kedalaman pemahamannya, dan pada saat yang bersamaan meningkatkan pemahaman dan perbaikan diri.
Penggunaan penilaian autentik sebagai evaluasi hasil pembelajaran siswa di sekolah merupakan suatu solusi yang bisa ditawarkan untuk melihat sejauh mana pembelajaran yang dilakukan berjalan dengan efektif. Di kedua sisi ini adalah sesuatu yang menguntungkan baik bagi siswa itu sendiri maupun pihak guru atau sekolah. Manfaat bagi siswa adalah dapat mengungkapkan secara total seberapa baik pemahaman materi akademik mereka, mengungkapkan dan memperkuat penguasaan kompetensi mereka, seperti mengumpulkan informasi, menggunakan sumber daya, menangani teknologi dan berfikir sistematis, menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman mereka sendiri, dunia mereka dan masyarakat luas, mempertajam keahlian berfikir dalam tingkatan yang lebih tinggi saat mereka menganalisis, memadukan, dan mengidentifikasi masalah, menciptakan solusi dan mengikuti hubungan sebab akibat, Menerima tanggung jawab dan membuat pilihan, berhugungan dan kerja sama dengan orang lain dalam membuat tugas, dan belajar mengevaluasi tingkat prestasi sendiri (Newmann & Wehlage, 1993; Jonshon, 2009).
Sedangkan bagi guru penilaian autentik bisa menjadi tolak ukur yang komprehensif mengenai kemampuan siswa dan seberapa efektif metode yang diberikan kepada siswa bisa dijalankan. Oleh karena itulah, penerapan authentic assessment sebagai alat evaluasi hasil belajar di sekolah-sekolah ataupun level universitas penting untuk diperhatikan agar siswa tidak hanya sekedar menjadi pembelajar saja, namun pada akhirnya pencapaian prestasi diikuti dengan kemampuan mengaplikasikan kemampuan yang dimilikinya kedalam dunia nyata.

DAFTAR RUJUKAN
Arikunto, Suharsimi. (2001). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Azwar, Saifuddin. (2007). Tes Prestasi Fungsi dan Pengembangan Prestasi Prestasi Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Burley, Hansel & Price, Margaret. (2003). What Work with Authentic Assessment. Educational Horizons

Corebima, AD. (2005). Assesment Autentik. http://sman1talun.sch.id /userfiles/Slide%20-%20Autentik%20asesmen.ppt (16
Mei 2009)

Gulikers, Judth. T.M,.Bastiaens, Theo. J,. & Kirschner, Paul. A. (2004). A-Five-Dimensional Framwork Tof Authentic
Assessment. Etr. Vol. 52. No. 3. 2004

Hargreaves, A.,Earl, L,. More, S, & Manning, S. (2001). Learning to Change-Teaching Beyond Subjects and Standard. California:
Jossey Bass Inc.

Jensen, Eric. (2008). Brain-Based Learning (terjemahan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Johnson Elaine B. (2009). Contextual Teaching & Learning (terjemahan). Bandung: MLC

Lang, Choon Quek. (2006). Engaging in Project Work. Singapore: McGraw Hill

Purwanto, Ngalim. M. (2006). Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya

Santrock, John W. (2007). Psikologi Pendidikan (terjemahan). Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Sudrajat. (2007). “Gerakan” Pendekatan Kontekstual (CTL) Dalam Matematika sebuah kemajuan atau jalan di tempat?
http://rbaryans.wordpress.com/2007/07/31/%E2%80%9Cgerakan%E2%80%9D-pendekatan-kontekstual-baca-ctldalam-
matematika-sebuah-kemajuan-atau-jalan-di-tempat/ (16 Mei 2009)

Minggu, 26 April 2009

Dampak Rumah Kaca Matikan Seperlima Terumbu Karang Dunia

Poznan, Polandia ( Berita ) : Dunia telah kehilangan hampir 20 persen terumbu karangnya akibat buangan karbon dioksida, demikian laporan yang disiarkan di Poznan, Polandia, Rabu.

Laporan itu, yang disiarkan oleh Global Coral Reef Monitoring Network di sisi pembicaraan Poznan, berusaha memberi tekanan atas peserta pembicaraan PBB mengenai iklim di Poznan, Polandia, agar membuat kemajuan dalam memerangi kenaikan temperatur.

“Jika kecenderungan buangan karbon dioksida saat ini berlangsung terus, banyak terumbu karang mungkin akan hilang dalam waktu 20 sampai 40 tahun mendatang, dan ini akan memiliki konsekuensi berbahaya bagi sebanyak 500 juta orang yang bergantung atas terumbu karang untuk memperoleh nafkah mereka,” kata laporan tersebut.

“Jika tak ada perubahan, kita akan menyaksikan berlipatnya karbon dioksida di atmosfir dalam waktu kurang dari 50 tahun,” kata Carl Gustaf Lundin, pemimpin program kelautan global di International Union for Conservation of Nature, salah satu organisasi di belakang Global Coral Reef Monitoring Network.

“Karena karbon ini diserap, samudra akan menjadi lebih asam, yang secara serius merusak sangat banyak biota laut dari terumbu karang hingga kumpulan plankton dan dari udang besar hingga rumput laut,” katanya.

Saat ini, perubahan iklim dipandang sebagai ancaman terbesar bagi terumbu karang. Ancaman utama iklim, seperti naiknya temperatur permukaan air laut dan tingkatan keasaman air laut, bertambah besar oleh ancaman lain termasuk pengkapan ikan secara berlebihan, polusi dan spesies pendatang.

Laporan tersebut, dengan membesarkan hati, menyatakan 45 persen terumbu karang saat ini berada dalam kondisi sehat. Tanda harapan lain ialah kemampuan sebagian terumbu karang untuk pulih setelah peristiwa besar “bleaching” akibat air yang menghangat, dan menyesuaikan diri dengan perubahan iklim.

“Laporan itu merinci konsensus kuat ilmiah bahwa perubahan iklim harus dibatasi pada tingkat minimum absolut,” kata Clive Wilkinson, Koordinator Global Coral Reef Monitoring Network.

Laporan tersebut juga menyatakan terumbu karang memiliki peluang lebih tinggi untuk bertahan hidup pada saat perubahan iklim terjadi, jika faktor tekanan lain yang berkaitan dengan kegiatan manusia diperkecil. ( ant/xinhua )

By: http://beritasore.com/2008/12/11/dampak-rumah-kaca-matikan-seperlima-terumbu-karang-dunia/